Begini Langkah Pengujian V-Belt Untuk Memilih Kualitas Terbaik

belt atau sabuk CVT biar selalu sesuai dengan standart pabrik pemesanan Begini Langkah Pengujian V-Belt Untuk Menentukan Kualitas Terbaik

Bintangotomotif.com – Menjaga kualitas V-belt atau sabuk CVT biar selalu sesuai dengan standart pabrik pemesanan, baik itu APM mirip Honda, Suzuki, TVS, Plaggio dan lainnya maupun yang aftermarket mirip Aspira, selalu dilakukan pengujian. Pengujian V-belt ketika pengembangan produk biar sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan dan ada pengujian untuk melaksanakan kualitas dari produksinya. Pengujian kualitas produksi yang dilakukan dari tahun ketahun selalu mempunyai kesamaan.

Sebelum di kirimkan ke pasar V-belt yang telah di produksi terlebih dahulu mendapatkan pengujian, semua itu dipertegas dengan keterangan yang disampaikan oleh Candra Sakti, Customer Representatif PT Bando Indonesia, produsen V-belt yang banyak digunakan sebagai OEM maupun aftermarket. Pengujian yang dilakukan antara lain ialah pengujian dimensi, yang dilakukan sehabis proses produksi, ada juga pengujian propertis yang dilakukan seminggu sekali biar bisa tetap menjaga mutu dan kualitas dari V-belt produksinya. Selain itu pengujian yang dilakukan antara lain sebagai berikut.

ThicknessMenyatakan ketebalan V-belt, yang tentu saja tak hanya mempengaruhi kinerja sebab pribadi bersinggungan dengan puli, namun juga berafiliasi dengan kekuatan. Makara ketebalan V-belt harus sesuai standar tiap motor. Untuk BeAT contohnya punya lebar 8,53 mm.

Center DistanceData ini menandakan perihal panjang V-belt, yang juga akan berafiliasi dengan kinerja. �Bila lebih panjang dari standarnya, respons jadi lebih telat, kalau lebih pendek bikin ngredek mirip V-belt yang terlalu lebar,� terperinci laki-laki 32 tahun ini. Contoh panjang V-belt Aspira untuk BeAT 259,70 mm.

Top WidthData ini menunjukkan lebar v-belt, yang mana tentu saja harus sesuai dengan standar masing-masing peruntukan motor. �Jika tak sesuai, maka akan menciptakan kinerja motor enggak maksimal. Jika melebihi standarnya, bisa bikin �ngredek� ketika mesin masih stasioner, jadi enggak nyaman. Sebaliknya kalau lebih sempit jadi kurang responsif,� terperinci Candra. Pengukuran memakai sigmat digital. Sebagai pola lebar v-belt Aspira untuk Honda BeAT 18,30 mm.Pengujian V-belt

Run OutParameter yang dites berikutnya ialah run out atau kestabilan, �Untuk mencegah sisi luar V-belt yang menonjol biar tidak mengenai dinding dalam CVT, maka ada batas maksimalnya,� lanjut laki-laki asal Pekalongan, Jawa Tengah ini. Untuk mengetesnya V-belt dipasang di alat khusus untuk ibarat CVT kemudian diputar. Semakin angkanya tentu semakin bagus, misal V-belt Aspira run out hanya 0,30 mm.Pengujian V-belt

AnglePaling sering disebut dalam modifikasi CVT ialah angle atau sudut. Nah sudut V-belt ini ada standarnya sesuai dengan desain dari produsen motor, biar klop dengan sudut puli. Mengukurnya tentu pakai busur khusus. �Kalau sudut enggak sesuai standar, maka ketika dipasang akan timbul bunyi berisik mirip siulan ketika deselerasi,� papar Candra.Pengujian V-belt

ElongationKemuluran atau elongation menunjukkan kekuatan dari V-belt, akan seberapa mulur ketika mendapatkan beban. �Pengujiannya akan ditarik sekian kilogram force (kgf), kemudian dilihat kemulurannya berapa persen,� kata Candra. Tentu saja semakin kecil semakin baik. Elongation yang anggun sekitar 2,5% saja.Pengujian V-belt

Tensile Break�Ini merupakan pengujian kemampuan tarik V-belt, sebab akan ditarik hingga putus. Nah putusnya di berapa kilogram force. Semakin besar tensile break maka V-belt semakin berpengaruh menahan beban,� papar laki-laki yang doyan main basket ini. Contoh tensile break V-belt Aspira mencapai 682,5 kgf.